Multipolarity

BRICS dan blok eurasia lebih cepat membangun aturan internasional: belajar dari persekutuan moti 1322

Dunia seolah membalikkan peristiwa kepungan 70 tahun dibawah komando perang dunia-II antara sekutu Inggris dan Amerika Serikat melawan Tiongkok dan Uni-soviet kini Rusia. Parade globalisasi menutupi itu dengan dalil kerjasama win-win menang-menang atau sistem multipolar, dimana semua negara ikut main dengan patronya masing-masing, seperti  hari ini, kebangkitan Tiongkok dan Rusia melalui kerjasama Eurasia dan mini aliansi terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan (BRICS).

Nasib Al-Aqsa

Alexander Dugin menegaskan bahwa pertemuan puncak Arab-Islam baru-baru ini di Riyadh, yang ditandai oleh persatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara para pemimpin seperti Assad, Erdogan, dan Mohammed bin Salman, menandakan titik balik kritis dalam respons dunia Islam terhadap agresi Zionis dan krisis Palestina.

Lima Front Melawan Globalisme Unipolar

Lima Front Melawan Globalisme Unipolar

Menjelang tahun 2024, ada baiknya kita melihat gambaran keseluruhan dunia dan tren geopolitik utama. Secara keseluruhan, kita berada dalam masa transisi dari unipolaritas ke multipolaritas. Tahun ini, multipolaritas menerima struktur tambahan di BRICS-10 (Argentina, yang baru saja bergabung dengan organisasi ini, buru-buru dikeluarkan dari sana oleh badut globalis lainnya - Javier Milei).

Aleksandr Dugin : Konflik Ukraina Perang Multipolar Pertama di Dunia

Aleksandr Dugin : Konflik Ukraina Perang Multipolar Pertama di Dunia

Konflik di Ukraina adalah perang multipolar pertama di dunia, di mana Rusia memperjuangkan hak setiap peradaban untuk memilih jalannya sendiri sementara barat ingin mempertahankan globalisme hegemonik totaliternya.

Pendapat ini dikemukakan filsuf politik Rusia, Aleksandr Dugin, dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Russia Today, Jumat (30/12/2022).

Multipolaritas menurutnya tidak melawan barat, tetapi melawan klaim barat sebagai model, barat yang menjadi contoh unik sejarah dan pemahaman manusia.

Russophobia dan kebencian terhadap Rusia saat ini, menurutnya, adalah peninggalan pemikiran Perang Dingin dan pemahaman bipolar tentang arsitektur hubungan internasional.